Kamis, 17 September 2009

AKU BERTEMU DENGANNYA DI DEPAN BIOSKOP TUA

01 Agustus 2009 jam 16:59

Aku bertemu dengannya di depan bioskop tua
peninggalan Belanda
saat aku beli setangkup kacang rebus yang tak bergaram
pada lelaki tua berpeci hitam, bersepeda renta
ia menelanjangi fikiranku,
dia bilang " Hatiku habis tertelan gelap"

Esoknya, kutemui lagi ia di depan bioskop tua
peninggalan Kolonial
sambil mengecap manisnya harumanis
(yang manisnya pemanis buatan membuat gigi ngilu)
dan aku menatap matanya
namun kali ini aku yang membuatnya
Telanjang

(31 juli 2009)

Ping Homeric, Sayuri Yosiana, Cepi Sabre dan 8 lainnya menyukai ini.

Komentar Publish FB :

Keroncong Sunyi
Keroncong Sunyi
Penangkapan fenomena yang kontradiksi dan ironis pada pengalaman hidup penulis yang kemudian menjadi teks yang ciamik hingga menyadarkan betapa hidup ini penuh kontradiksi dan tak bisa direncanakan

Makasih
fitrah anugerah
01 Agustus jam 17:28 · Hapus
Ricky Idaman
Ricky Idaman
kok agak menurun kata yang digunakan...kurang tidur kali ya...ida..?
01 Agustus jam 17:40 · Hapus
Topan Asri
Topan Asri
Dalem... keren!!!
01 Agustus jam 17:40 · Hapus
Imam Setiaji Ronoatmojo
Imam Setiaji Ronoatmojo
@ Ida : saya salut dgn kejujuranmu..yang trs meng-eksplor..aku bs tangkap maksudmu..puisi yg hebat..tp menurut versiku (klu boleh sedikit dandani aja):

Aku bertemu dengannya
di depan bioskop tua
peninggalan Belanda... Baca Selengkapnya
saat aku beli setangkup kacang rebus
tak bergaram
pada lelaki tua berpeci hitam, bersepeda renta
sergahnya " hatiku habis tertelan gelap"

Kutemui lagi esoknya,
di depan bioskop tua
peninggalan kolonial
sambil mengecap manisnya harumanis
(yang ngilu manisnya)
dan aku tatap matanya
kali ini aku membuatnya
telanjang

Selamat berkarya..
01 Agustus jam 17:53 · Hapus
Amik Koofee
Amik Koofee
hmm.... :)
01 Agustus jam 17:56 · Hapus
Ali Fanie
Ali Fanie
Aku menikmati karya ini...aku suka.
01 Agustus jam 18:10 · Hapus
Andreas Stiven
Andreas Stiven
teruskan teteh !!!
01 Agustus jam 18:29 · Hapus
Anita Rachmad
Anita Rachmad
peninggalan kolonial....peninggalan belanda...
lalu......hal apa apa yang membuatnya merasa telanjang, setelah menatap matamu ?
tak kutemukan makna yang utuh dari puisimu ini, ida nursanti basuni cantik nan elok dan anggun.
kutunggu lagi, puisi dan ceritamu yg keren seperti Angela !
01 Agustus jam 18:34 · Hapus
Jurnal Sastratuhan Hudan
Jurnal Sastratuhan Hudan
bioskop tua, seorang lelaki, bioskop tua, seorang perempuan, bioskop tua yang memutar film film tua - hingga jaman kolonial, hingga jaman kini kah? bioskop tua, telah memutar kenangan kita. puisi yang menarik, walau idenya abstrak sekali.
01 Agustus jam 18:50 · Hapus
Imron Tohari
Imron Tohari
Pesan yang ingin disampaikan ke pembaca agak lemah. Di sini yang dijadikan penokohannya selain tokoh aku, juga samar.
secara idea tema cukup bagus.

Salam lifespirit!
01 Agustus jam 19:42 · Hapus
Ahmad Irfan АW
Ahmad Irfan АW
terimaksih tag-nya.... kalo ada poto2 menarik lain kali di-tag ma aku juga ga pa2
01 Agustus jam 20:24 · Hapus
Hanna Fransisca
Hanna Fransisca
Makasih puisi indahnya, Da. Nostalgia nih sampai jaman Belanda. Semangaaaaat! Ayo, buatlah lebih banyak puisi. Pasti bisa!
01 Agustus jam 21:22 · Hapus
Antok Serean
Antok Serean
hmm...
01 Agustus jam 22:10 · Hapus
Penerbit Kakilangit Kencana
Penerbit Kakilangit Kencana
Hmmmmm... produktif.
02 Agustus jam 0:04 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
@fitrah : terima kasih....sebenernya saya mencoba untuk bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari saya yang juga saya terapkan dalam puisi2 dan setiap tulisan2 saya
@ ricky : iya neh mas banyak yang dipikirin...
@Topan : thanx....banget
@bang imam : wah saya merasa tersanjung sekali, karena saya akui, setiap saya menulis di FB saya tidak ingin membuatnya sempurna, karena lewat FB ini saya belajar banyak darin guru2 yang sudah berpengalaman seperti mas imam....saya suka banget dengan puisi saya yang didandani.....
@amik : napa cm hmmm... Baca Selengkapnya
@ali : thanx....yua
@thanx juga stive adik teteh yang pinter
@mb.anita....heheheh thanx ya buat masukannya, tapi saya tak pernah menulis angela. angela itu karya sayuri
@bang huda : lewat komentar2 bang hudan selama saya menulis puisi di FB ini, saya banyak belajar tentang satra, karena selama ini saya hanya belajar otodidak, pelajaran sastra waktu SMU sangat2 kurang....
02 Agustus jam 17:33 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
@bang imron : thanx buat masukan-masukan selama ini, heheheh ternyata bang imron selama ini terus mengunjungi note saya
@bung ahmad : oh, sangat2 boleh, makasih telah berkunjung di note saya
@mb.hanna : Semangat itu terus ada karena mb yang selalu mendukung saya di saat saya lelah bertarung maupun gegap gempita karena bahagia
@antok : napa cm hmmm
@kaki langit : trima kasih di bilang produktif...
02 Agustus jam 17:35 · Hapus
Sayuri Yosiana
Sayuri Yosiana
aku suka sajak ini, menarik dan apik.salut ida.
04 Agustus jam 1:06 · Hapus
Blalang Kupukupu
Blalang Kupukupu
Bahkan untuk gairah yang sekedar,
mesti ada yang berkorban. Bulan
yang berongga. Matamu yang malam.
Dan cahaya yang padam, dalam
goresan biru tua dan hitam. ... Baca Selengkapnya

Oh altar, doa siapa yang hambar telah?
Di tengah sapuan kuas ini, berdetaklah
segala yang mati dan terbenam.

Bangkitlah bintang-bintang, bangkit
dari kejauhan yang dekat. Dan mendekatlah
kemari. Ke jauh lekat kuning matang
matahari, agar nyala kembali lampu
di kolong ranjang ini.
04 Agustus jam 15:55 · Hapus
Loektamadji A Poerwaka
Loektamadji A Poerwaka
Pensejajaran dalam larik larik
ia menelanjangi fikiranku,
dia bilang " Hatiku habis tertelan gelap"
dengan
namun kali ini aku yang membuatnya... Baca Selengkapnya
Telanjang

hanya mungkin kalau ke dua orang itu mempunyai keterkaitan pengalaman bersama artinya lelaki tua itu bukan anybody tetapi somebody..so please call me father...
05 September jam 20:23 · Hapus
Ping Homeric
Ping Homeric
mau nonton film apa hari ini, Idaku em?? hehe.... puisi yg tak biasa, sedikit aneh, misterius (seperti tatapan matamu itu, Ida!!).... namun kerennya aku doyan!! aku selalu suka dgn tekukan2 di akhir 'crita'nya... menyentil hatiku, membuatnya sedikit berdansa, hehe..... asik! asik, Ida!! :)
06 September jam 10:38 · Hapus
Tulis komentar...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar