Kamis, 17 September 2009

Tentang emak....

06 Agustus 2009 jam 23:08

Mengapa emak
masih saja mengingkari malam?
saat kau hilang di telan pekat dan waktu
untuk menghangatkan jiwaku
di ketiakmu yang keriput

(Inspiration from perempuan yang menghanyutkan bayinya ndi sebuah kota di Indonesia dan seluruh negara bagian di dunia yang maha besar)


Catt :
saya menulisnya cm setengah jam...
jadi ne hanya sebuah puisi sederhana...
hehehhehe,

Frans. Nadeak, Kwek Li Na, Imron Tohari dan 8 lainnya menyukai ini.

Komentar Publish FB :

Herry Herdinata
Herry Herdinata
sangt sayang sama mak ya?
06 Agustus jam 23:12 · Hapus
Ricky Idaman
Ricky Idaman
ya...maaf aja bila tidak berkenan..ok..i hope you happy and to happinees every time..and sucses too..
06 Agustus jam 23:16 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
maksudnya mas ricky????
06 Agustus jam 23:16 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
iya neh herry
aq sayang banget ma mamaku
cm orang saraf yang ga sayang sama ibunya
06 Agustus jam 23:17 · Hapus
Anita Rachmad
Anita Rachmad
ini kicau percatama ya ida nursanti. dan langsung menyentuh kedalaman kalbu perempuan yang entah apa dia pikirkan, kok sampe buang anak.
06 Agustus jam 23:19 · Hapus
Herry Herdinata
Herry Herdinata
mana ada anak yg ga sayang ibu.surga itu terletak ditelapak kaki ibu
06 Agustus jam 23:20 · Hapus
Bayu Soponyono
Bayu Soponyono
Karena kodrat perempuan adalah selalu mengingkari waktu.
Piss.
06 Agustus jam 23:21 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
herry, kalau ga ada anak yang ga sayang ibu, ga akan ada cerita malin kundang yang dari cerita dongeng ampe malinkundang modern
06 Agustus jam 23:22 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
mb ku anita yang manis,,,, ne hanya perwujudan cerita tentang ibu yang tega membuang anaknya di kali
banyak sudah berita2nya
menurutku kenapa harus membuatnya tokh di buang mending jangan dibuat...
06 Agustus jam 23:24 · Hapus
Herry Herdinata
Herry Herdinata
gara2 puisimu da,jadi pengen plng kampung ketemu mak.emang cerita maling kundang nyata gtu.
06 Agustus jam 23:27 · Hapus
Shaut Ls Hutabarat
Shaut Ls Hutabarat
pendek, tapi sangat dalam... keren!
06 Agustus jam 23:51 · Hapus
Sayuri Yosiana
Sayuri Yosiana
mantaff...singkat bermakna, ida.
07 Agustus jam 0:50 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
He3x thanx to sayuri n bng shaut tp kl bs kritik dun sayuri
07 Agustus jam 1:45 · Hapus
Arta Nauli
Arta Nauli
terimakasih mengingatkanku pada makku..
07 Agustus jam 2:24 · Hapus
Shu Shan Wang
Shu Shan Wang
Kasih ibu spanjang masa..doa ibu slalu mnyertai d stiap lngkah qt..
Sdurhaka apapun seorg ank,msh da kt maaf dr seorg ibu..
So sayangi ibu qt sperti kasih syg tulus mrka kpd yg tak lekang olh wkt..
I luv my mom..
07 Agustus jam 3:32 · Hapus
Amik Koofee
Amik Koofee
tiba-tiba saja aku sudah berada di ketiaknya yang keriput itu he he pendek banget sampe lupa mau ngomong apa tapi hmmm juga sih hi hi semangaaaatt
07 Agustus jam 3:39 · Hapus
Imam Setiaji Ronoatmojo
Imam Setiaji Ronoatmojo
..pendek bukan brarti tanpa makna..justru dgn pendek maka akan s'makin bernas..@ Ida puisinya tambah cakep kok, kaya makna..dan menggelitik dengan rahaasia..
07 Agustus jam 5:45 · Hapus
Loektamadji A Poerwaka
Loektamadji A Poerwaka
Sudah dapat note migrasinya belum Suni..Emakku adalah angin semilir diwaktu subuh
07 Agustus jam 6:16 · Hapus
Loektamadji A Poerwaka
Loektamadji A Poerwaka
Ketika emak punya anak... Dia harus mengingkari dirinya... Badan yang lelahpun diingkarinya agar anak kecilnya tidak menangis lagi karena minta susu.. Duka derita dalm kehidupannya diingkarinya ketika anak kecilnya berbicara dengan binar mata dan senyum mungilnya. Seorang emak harus banyak mengingkari dirinya demi anaknya
07 Agustus jam 8:07 · Hapus
Hanna Fransisca
Hanna Fransisca
Keren, Da. Mantap puisinya.
07 Agustus jam 10:49 · Hapus
Arif Gumantia
Arif Gumantia
singkat tapi memikatku...
07 Agustus jam 10:56 · Hapus
Imron Tohari
Imron Tohari
kian matang dalam makna setia[ gores-gores puisi yang kau ukir.

salam lifespirit!
07 Agustus jam 12:53 · Hapus
Kwek Li Na
Kwek Li Na
orang yang sanggup membunuh anaknya sendiri tak layak di sebut emak. Ia juga bukan manusia.

binatang saja, akan menjaga anaknya dari segala ancaman.
07 Agustus jam 18:27 · Hapus
Fira Rachmat
Fira Rachmat
tulisanmu adalah jiwamu, saat pena menarikan kata indah ini dan mengupas sosok emak merupakan sentilan bagi perempuan-perempuan tak bernurani...bagus kawan... makasih telah berbagi...
07 Agustus jam 21:33 · Hapus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar