30 Juli 2009 jam 12:42
Kemarin, ku buat secangkir puisi dari labirin kekusutan benang
Kemarin, ku kecup angka almanak yang tertinggal
kemarin, ku berjalan di lorong sempit
ribuan paku bertebaran di tanah berselimut nafsu
Hari ini, aku rebah bersama dedaunan busuk beraroma kamboja
Disana,aku berbaring ditemani sunyi,
menari bersama angin yang ikut mengigau
meraung dan mendesahkan gumaman :
"Aku pulang, ibu..."
Ping Homeric, Topan Asri, Sayuri Yosiana dan 2 lainnya menyukai ini.
Komentar Publish FB :
Imron Tohari
Imron Tohari
Wooowwww...
aku suka sajak ini!
opiniku, (Di)sana > sebaiknya "Di sana" sebab "di" dipakai sebagai kata depan penunjuk/tempat.
... Baca Selengkapnya
Salam lifespirit!
30 Juli jam 12:47 · Hapus
Hanna Fransisca
Hanna Fransisca
sedih membacanya, hiks...
30 Juli jam 12:54 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
aduh, padahal tadi udah di edit....
salah ketik lagi
30 Juli jam 12:55 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
heheheh akhirnya bang imron menyukai sajak ku juga
mb hanna, thanx ya....thanx...
30 Juli jam 12:56 · Hapus
Chin Merry
Chin Merry
@ida g Jd tmbh sdih membacnya
30 Juli jam 13:00 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
thanx ya chin merry
heheheh
30 Juli jam 13:24 · Hapus
Penerbit Kakilangit Kencana
Penerbit Kakilangit Kencana
Sajak ya...
30 Juli jam 13:28 · Hapus
Sayuri Yosiana
Sayuri Yosiana
amazing..! jadi inget alm. bunda...tp yg akan kukatakan adalah, ibu..pulanglah. sesuatu yg tak mungkin lg.
ih ida, aq jd terharu...dahsyat banget puisimu..hiks
30 Juli jam 14:05 · Hapus
Arif Gumantia
Arif Gumantia
bagus puisimu ida....
masih bisa lebih bagus lagi...untuk permainan metafora dengan mengacu pada logika bahasa...
salam dari madiun
30 Juli jam 15:28 · Hapus
Arta Nauli
Arta Nauli
ah, merampas airmata...
30 Juli jam 19:09 · Hapus
Antok Serean
Antok Serean
benar kata mas imron, di harus dipisah. ku terasa nanggung, sekalian saja aku atau ku digabung dengan kata yang mengikutinya. salam.
30 Juli jam 20:38 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
@kaki langit : iya, sajak atau puisi terserahlah orang memaknainya
@sayuri : ehehe, ga nyangka ampe bisa membuat sayuri terharu
@mas arif : iya, kemaren saya terlalu terburu-mengetik, dan mempublish....
@mas arta : maa sih ampe merampas air mata mas arta
@antok : yup, saya kan masih harus banyak belajar... Baca Selengkapnya
hehehhe
30 Juli jam 21:15 · Hapus
Ping Homeric
Ping Homeric
Ida, pulanglah..selalu di pangkuan ibu, segala lelahmu kan sirna, kawan! :) Thanks dah berbagi! :)
31 Juli jam 6:45 · Hapus
Sufriady Saleh
Sufriady Saleh
Si objek penderita dalam puisi ini tidak akan menderita lagi.
10 Agustus jam 3:05 · Hapus
Loektamadji A Poerwaka
Loektamadji A Poerwaka
Mother how are you to day..... here is a note from your daughter..... kayak lagu itu rasanya...
05 September jam 20:28 · Hapus
Sufriady Saleh
Sufriady Saleh
Atau pada bait lagu Betharia Sonata, "Pulangkan saja aku pada ibuku."
06 September jam 3:11 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Loektamadji A Poerwaka : makasih ayah....hiks...mirip ya ayah...
Sufriady Saleh : hehehheeh......ada2 aja mas...
07 September jam 14:36 · Hapus
Kamis, 17 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar