31 Juli 2009 jam 12:44 | Sunting Catatan | Hapus
PENYAIR PINDAH HATI
Dia membeli sekaleng cat minyak
merah darah
Dia menulis secawan puisi basi
tentang seonggok mimpi
di atas pamflet calon Presiden
Dia ingin sekali meneriakkan sumpah yang juga terasa basi
"Akan aku lanjutkan dengan semakin cepat semakin baik untuk rakyat penggembala cinta ."
Namun-aneh
Tiba-tiba dia menyepi dan sering menyeruput kopi
tak perduli siang maupun pagi
Terakhir kemarin ia tak terlihat lagi menulis puisi
dan mulai rajin memintal-mintal mimpi
di depan televisi
catatan :
terinspirasi dari puisi Binhad Nurrohmat (Penyair Patah Hati)
(30 juli 2009)
Topan Asri, Sayuri Yosiana, Sandra Palupi dan 8 lainnya menyukai ini.
Komentar Publish FB :
Antok Serean
Antok Serean
pemakaian tanda (-) salah, jeng. please, dikoreksi lagi :)
31 Juli jam 12:47 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
hehehheh sorry antok salah etik...
31 Juli jam 12:48 · Hapus
Bayu Soponyono
Bayu Soponyono
Ma kasih sobat, aq banget ne.
Hr ne fbku frenlis d blokir. Ga bs kumen politik.
31 Juli jam 13:06 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
wah, aku juga makasih banget bung bayu mau membaca note2 ku yang sederhana dan perlu lebih banyak pembelajaran
31 Juli jam 13:10 · Hapus
Shaut Ls Hutabarat
Shaut Ls Hutabarat
di singkawang ada rumah sakit jiwa gak? si penyeruput kopi itu entar lagi akan pindah ke sana... hehehheehe... keren puisimu... jujur...
31 Juli jam 13:40 · Hapus
Amik Koofee
Amik Koofee
hi hi ada juga yang begitu ya, menyepi, kopi dan tak lagi menulis puisi wow idenya aku suka hi hi
31 Juli jam 13:47 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
hehehe thanx ya bang shaut......selalu meberi semangat neh
amik, yang bener aja neh suka
31 Juli jam 13:49 · Hapus
Imron Tohari
Imron Tohari
aku suka banget puisi ini, kerasa sekali feelnya.
Keren!
Salam lifespirit!
31 Juli jam 14:07 · Hapus
Penerbit Kakilangit Kencana
Penerbit Kakilangit Kencana
Inspiring
31 Juli jam 14:07 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
makasih bang imron atas komentarnya kalau ada yang kurang kritik aja saya akan senang hati menerimanya
kaki langit : thanxxxxxx yang banyak
31 Juli jam 14:09 · Hapus
Jurnal Sastratuhan Hudan
Jurnal Sastratuhan Hudan
kayaknya puisi ini lebih bagus dari sumber inspirasinya iya kan ida iya
31 Juli jam 15:25 · Hapus
Anita Rachmad
Anita Rachmad
ida nursanti basuni, kali ini aku kurang 'terhibur' dengan puisimu ini. aku ingin kau dongengi seperti angela kemarin. asiiikkkkk tenan ! ^_^
31 Juli jam 15:34 · Hapus
Jeppe Indrawisudha
Jeppe Indrawisudha
hey! ada puisi cadas di bilik perempuan ini! salam!
31 Juli jam 15:36 · Hapus
Frans. Nadeak
Frans. Nadeak
Puisi yang indah....
31 Juli jam 16:09 · Hapus
Gus Cholid
Gus Cholid
memang dalam menulis harus ada konsistensi
31 Juli jam 17:24 · Hapus
Ali Fanie
Ali Fanie
mantaaf..
31 Juli jam 19:04 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
@bang hudan : wah, saya masih harus terus belajar bang...udah dapet angka 10 belum ne bang???
@mb.anita : kenapa???ga bagus ya mb anita??angela???saya ga pernah menulis angela mb...
@jeppe : makasihhhhhhhh,maturnuhun...
@bang frans: bener ne puisi saya indah???
@gus cholid : thanx, tapi apa saya tidak konsisten ya????
31 Juli jam 19:06 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
terima kasih alie fanie
31 Juli jam 19:08 · Hapus
Hanna Fransisca
Hanna Fransisca
terimakasih puisi indahmu, Da. Mari ngopi sambil coret-coret puisi.
31 Juli jam 19:15 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
@mb.hanna, kenapa harus berterima kasih mb????,seharusnya saya yang berterimakasih untuk perhatiann dan waktu mb melabuhkan pandangan membaca larik2 puisi saya yang masih banyak harus di benahi
31 Juli jam 19:18 · Hapus
Hanna Fransisca
Hanna Fransisca
berteimakasih pada jari-jari mungilmu yang lincah itu. sudah menarikan kata-kata yang kusuka. semangat ya, Da.
31 Juli jam 19:20 · Hapus
Imam Setiaji Ronoatmojo
Imam Setiaji Ronoatmojo
@ Ida : sebuah karya yg berani & menarik..sy pikir terus eksplor..bila diaduk dengan lagi dengan intensitas subyek..yg atmosfernya (mimpi) berbau politik berkali-kali..aduk dan aduk..saya suka "Akan aku lanjutkan dengan semakin cepat semakin baik untuk rakyat penggembala cinta ."..jd kita ciptakan sebanyakmungkin ungkapan pribadi..kita rayakan dgn idiom aduk dengan peristiwa2 spt puisi diatas..cheers
31 Juli jam 21:17 · Hapus
Sandra Palupi
Sandra Palupi
@ Anita Rachmad.... Angela dan Petualang Kecilnya adalah cerpen milik Sayuri Yosiana. ayo, lebih perhatikan karya sahabat......dan hhmm,..sepertinya puisi hebat ini bukan untuk memberi hiburan, tapi untuk mengajak kita berpikir.
Ida,..puisi ini cerdas bermakna tajam! penuh daya sindir yang terasa kuatnya. trusteruslah berkarya.
01 Agustus jam 8:32 · Hapus
Purwono Nugroho Adhi
Purwono Nugroho Adhi
gaya berpuisi yang cemerlang,
tengok ada aktualia sekaligus kontekstualia,
dari kekinian dan kekitaan para pengecer kata
01 Agustus jam 15:10 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
thanx to :
@mb.hanna....yang terus memberi semangat buat saya menulis
@mas imam : cheers juga buat mas....saya merasa masih harus banyak belajar dalam menulis sebuah puisi yang bagus
@sandra : terima kasih atas komentar bahwa puisi ini adalah puisi cerdas, saya cuma berusaha menuliskan yang saya lihat dan saya rasa
@mas purwono : terima kasih atas komennya dan sudah bersedia bertandang di note saya
01 Agustus jam 16:22 · Hapus
Penerbit Kakilangit Kencana
Penerbit Kakilangit Kencana
Menarik... lanjutkan kreativitas menulismu.
02 Agustus jam 0:03 · Hapus
Sayuri Yosiana
Sayuri Yosiana
"Aku akan lanjutkan dengan semakin cepat semakin baik untuk rakyat penggembala cinta"
wow ida, kata2mu lbh dahsyat dr para politikus sejati hehe
smart poem. kusuka banget. sip sip!
02 Agustus jam 17:11 · Hapus
Sufriady Saleh
Sufriady Saleh
Tett totttttt
Anda mengulang kata basi dan mimpi.
Tapi tetap keren.
10 Agustus jam 2:58 · Hapus
Kamis, 17 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar