24 Juli 2009 jam 17:41
Hujan turun
Angin bertambah dingin lain dari malam kemarin
mendendangkan perasaan yang tengah layu
yang sempat terjamah hati kemarin.
Sementara tetes hujan itu terus saja mengalir seperti buliran amarah,
yang membabat habis ladang kerinduan
dan reranting kering yang berserakan di tanah Ku
Apalagi yang akan aku harap dari sang Lelap???
selain luka yang telah tentu busuk
meskipun ku tau rindu itu, rindu pada tanah Ku,
berabu candu
mempertebal sesal
Sayuri Yosiana, Topan Asri dan 2 others menyukai ini.
Komentar Publish FB :
Hanna Fransisca
Hanna Fransisca
Aduh, Idaaaa...!
Ini hanya puisi kan? Ntar ada yang patah hati loh. Membabat habis ladang kerinduan. Wuih! Kejam nian! Hahaha...
Da, maaf ya. Aku membaca sajak-sajakmu tentu bukan di FB saja. Ntah napa aku merasa puisi ini kurang mantap dibanding puisi-puisimu yang lain. Yang indah mendayu-dayu meski itu cerita luka. Puisi ini, menurutku loh, ya, ... Baca Selengkapnyaagak tergesa-gesa dilahirkan. Barangkali kurang endapan. Wuih! Sudah ah. Muaaaah333x. Smile. Maafkan daku ya. Sekali ini aja komen yang kurang menyenangkan. Hiks...Tapi aku jujur sebagai pembaca puisimu.
24 Juli jam 17:56 · Hapus
Anita Rachmad
Anita Rachmad
kukira hanya aku saja yang merasa kurang sreg dgn cerita hujan ini.
pada rasaku, puisi ini kurang menyatu maknanya. bahkan bisa dibilang kabur ke manamana. tidak fokus. mungkin benar kata mbak hanna, saat di cetak, dalam kondisi terburuburu dan kurang fokus.
apakah begtu banyak kerjaanmu yang menumpuk ida nursanti basuni ? hingga menghilangkan sdkt konsentrasimu.
^_^
24 Juli jam 18:21 · Hapus
Amik Koofee
Amik Koofee
salam kenal ya, ida. hi hi
semangaaaaattt... thanks udah di tag
24 Juli jam 18:40 · Hapus
Nunung Martin
Nunung Martin
ida... mba nda kuat..........ingin rasanya aku hidup sekali lagi.agar bsa merangkai kata buat yang tercinta namanya kekasih.tapi apa daya hati ni tak kuasa........ia hanya sanggup bicara dalam hati tampa ada yg tau .....kututup rapat hati ini.
24 Juli jam 19:23 · Hapus
Shaut Ls Hutabarat
Shaut Ls Hutabarat
aku bersetuju dengan Hanna & Anita. Kubaca berulang, aku sulit menangkap arah mana yang dituju puisimu. Awalnya, aku berpikir tentang penebangan liar hutan Kalimantan, yang mana dirimu sebagai penulis merindukan ladangmu yang teduh sehingga hujan tidak menikamkan amarahnya. Lantas Ida berbicara tentang "berabu candu", yang saya persepsikan bahwa ... Baca Selengkapnyaladang/hutanmu yang dulu lebat telah berubah jadi ladang ganja [simbolik candu] - Apakah itu yang Ida sesalkan?
Teruslah berkarya walau dikritik habis-habisan. Kritik teman-teman ini masih banyak santunnya, lho. Biarlah kita dibesarkan oleh kritik. Peace!
24 Juli jam 20:51 · Hapus
Iwan Gunawan
Iwan Gunawan
wuih .. wuihh .. selalu larik-larik lembut serasa aroma mawar saat rindu, .. ..namun serasa ada yang menghalagi untuk digapai ...
24 Juli jam 20:56 · Hapus
Arif Gumantia
Arif Gumantia
hujan memang memang bisa menginspirasi.....bisa mengalirkan kata-kata yang indah...
salam dari madiun
24 Juli jam 21:05 · Hapus
Ario Virzha
Ario Virzha
usuuuuu pa kabraaaa
24 Juli jam 21:54 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
nah ne dia yang aku tunggu2.......
@mb.hanna&mb.anita : hehehhe sebenernya kemaren saat membuat puisi ne hujan turun dengan deras di singkawang, hujan pertama setelah berbulan2 tidak turun hujan dan setelah singkawang kota tercinta habis gelap tertutupi kabut, iseng2 sekalian berhadiah, masalahnya ingin di kritik oleh mb hanna dan mb anita gt loh
heheheheheh, habisss, lagi pengen ada yang membangkitkan semangat
@amik : salam kenal juga dari singkawang
@nunung : bunda selalu romantis ne ya... Baca Selengkapnya
@bang shaut : aku suka kritikan.....sumpah, itu yang membuat kita merasa di perhatikan dan di sayangi, sebenernya aku memang mau menulis tentang pembalakan hutan dan tentang suku2 di pedalaman yang tergusur,,,,,tapi lama2 kok aku jadi ingin menulis hati yang gamang oleh cinta ya, hehehehehhehe,
@ko2 iwan : puisi ne ku buat kurang waktu, habis udah mau maghrib.....thanx ya ko2....
@kang arif : salam juga dari kotaku yang panasssssssss
@ario/ocan : bile balik???????
25 Juli jam 16:05 · Hapus
Andreas Stiven
Andreas Stiven
hujan membuat sang penulis teringat akan luka lama ?
25 Juli jam 17:23 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
hehehehehhe
iya stive
luka saat melihat dan merasakan banjir gede awal tahun 2009 yang ampe 2 kali itu
25 Juli jam 17:25 · Hapus
Andreas Stiven
Andreas Stiven
HAH ?
kapan banjir ?
25 Juli jam 17:26 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
ya ampuunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
awal tahun 2009 pas bulan \januari
25 Juli jam 17:29 · Hapus
Andreas Stiven
Andreas Stiven
oalah
kenapa saya tidak tahu ?????
sedih :'(
25 Juli jam 17:30 · Hapus
Sayuri Yosiana
Sayuri Yosiana
sweet poem ida, 1 like it
29 Juli jam 2:42 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
thanx sayuri....
29 Juli jam 13:29 · Hapus
Kamis, 17 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar